banner 468x60

PENGAMBIL KEBIJKAN PROVINSI JAMBI BUKAN ANTEK-ANTEK KOLONIAL

 DAERAH, EKONOMI
banner 468x60

Hasil gambar untuk truk batu bara

 

Alasan utama terusnya beroperasi Perusahaan Batu Bara adalah factor ekonomi masyarakat. Alibi para pengambil kebijakan adalah dengan beroperasinya Perusahaan Batu bara maka banyak masyarakat yang tidak bekerja bisa terakomodir sehingga perekonomian masyarakat bisa meningkat dan mengurangi tingkat kemiskinan.

Apakah alibi tersebut bisa diterima?

Tentu, tentu bisa diterima, jika saya yang punya tanah dan saya bekerja disana jelas saya merasa beruntung dengan beroperasinya Perusahaan Batu bara.

Apakah ada kontribusi Batu bara untuk pemerintah daerah? Oh tentu, sangat jelas kontribusinya baik itu dalam bentuk pajak dan CSR nya?

Namun, jika dikaji secara komprehensif, maka saya katakan kita masyarakat dan pemerintah daerah rugi besar dengan beroperasinya perusahaan Batu Bara tersebut.

Coba kita hitung dari segi biaya perawatan dan pembangunan jalan yang digunakan oleh angkutan Batu Bara, antara pajak yang dibayar dan APBD dan APBN yang dikeluarkan untuk perawatan dan pembangunan jalan sangat jauh berbeda antara income dan output. Maka anggaran pajak yang dibayar tidak sebanding dengan Anggaran pemerintah Daerah yang dikeluarkan untuk memfasilitasi angkutan Batu Bara.

Selanjutnya kita hitung kerugian dari segi waktu. Contoh saja perjalanan Jambi menuju Kabupaten Sarolangun bisa dilewati 3 sampai dengan 4 jam, tapi sejak beroperasinya batu Bara maka bisa di bilang perjalanan bisa beda 2 jam lebih lambat, berarti butuh waktu 6 jam. Belum lagi kemacetan yang terjadi di pagi hari, tidak sedikit masyarakat mengalami kesusahan dan kemacetan yang diakibatkan oleh mobil truk angutan Batu Bara bahkan ada yang merenggang nyawa korban dari truk angkutan Batu bara.

Di segi kerugian BBM juga kita mengalami banyak kerugian, yang biasa BBM 4 liter bisa sampai tujuan akan tetapi sejak ramainya angkutan batu bara menjadi 5 liter BBM yang dibutuhkan.

Jikalau satu orang masyarakat Jambi saja mengalami kerugian waktu 2 Jam, dan 1 liter BBM serta APBD yang bisa digunakan untuk meningkatkan fasilitas lain untuk kesejahteraan rakyat, maka bisa kita bayangkan berapa banyak kerugian jika 10 persen saja masyarakat jambi yang mengalami kerugian yang diakibatkan oleh angkutan batu bara.

Belum lagi jika ditilik dari kerusakan lingkungan yang di akibatkan oleh perusahaan batu bara, bahkan kita bisa melihat pasca tambang batu bara tidak banyak yang melakukan reklamasi lokasi pasca tambang tersebut.

Sebangding atau tidak antara jumlah masyarakat yang mendapatkan mamfaat dari Perusahaan Batu bara dan yang mengalami kerugian atas angkutan Batu bara.

Jangan jadikan rakyat seperti belah buluh, yang satu diuntungkan dan yang lain banyak dirugikan. Masyarakat Muaro Jambi yang dilalui oleh angkutan Batu Bara jelas tidak merasakan mamfaat dari batu bara tersebut.

Pemerintah mesti tegas dalam menyelesaikan permasalahan ini, jika tidak maka masyarakat bisa saja brontak yang mengakibatkan kerugian yang lebih besar bagi Daerah ini.

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply