banner 468x60

Perbedaan Jangan Rusak Akidah, Tahun Politik Hindari Hinaan

 NEWS, POLITIK
banner 468x60

JAKARTA, KRJOGJA.com – Kalangan ulama mengharapkan tensi politik tidak menghangat di masyarakat jelang pelaksanaan Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif. Pertentangan dua kubu secara terbuka hendaknya dihindari. Ungkapan atau sebutan bagi kelompok kedua pendukung hendaknya tidak menghina satu sama lain.

Ulama kenamaan, KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) meminta kepada masyarakat jangan menyebut orang dengan gelar yang buruk, termasuk memanggil ‘kecebong’ atau ‘kampret’. Dua sebutan itu sering disematkan oleh para pendukung tokoh politik tertentu.

“Jadi jangan panggil dengan gelaran yang buruk. Yang satu panggil kecebong, yang satu panggil kampret,” kata Aa Gym, dalam acara Kajian Tauhid, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (8/7/2018).

Sebutan ‘kecebong’ dan ‘kampret’ muncul setelah Pilpres 2014. Saat itu Joko Widodo (Jokowi) berhadapan dengan Prabowo Subianto. Masing-masing pendukung pun saling melekatkan sebutan itu ke pendukung rivalnya.

Kepada umat, Aa Gym meminta Aa Gym meminta jangan terbelah dalam perbedaan politik. “Politik jangan sampai merusak akidah. Dan jangan sampai rusak ukhuwah islamiyah dan wathaniyah,” kata Aa Gym.

Aa Gym meminta kepada setiap orang untuk menghargai pilihan politik orang lain. Hal ini merupakan hak setiap warga negara. “Kita punya hak memilih dengan pertimbangan kita, dan orang lain dengan pertimbangan masing-masing,” ucap Aa Gym.

Ulama lainnya, Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi tak ingin ada lagi panggilan kecebong dan kampret di tengah masyarakat. Dia meminta masyarakat saling menghargai.

“Sesama manusia saling menghargai. Menurut saya, itu (cebong dan kampret) bagian-bagian yang harus dihilangkan dari ruang publik,” kata TGB yang juga Gubenur Nusa Tenggara Barat (NTB). TGB menjadi pembicaraan belakangan ini, terkait dengan pernyataannya yang mendukung Joko Widodo menjadi Presiden kembali untuk periode kedua. Padahal pria yang sukses memajukan NTB ini menjadi kandidat calon presiden yang diajukan Persaudaraan 212. Pernyataan dukungan tersebut dengan mempertimbangkan mengenai kemaslahatan bangsa, umat, dan akal sehat.

TGB yang juga merupakan Ketua Alumni Universitas Al-Azhar Kairo Cabang Indonesia meminta agar ayat-ayat perang dalam Alquran tak dipakai untuk kepentingan politik. TGB menegaskan Indonesia sedang tidak berperang.

Hal tersebut disampaikan TGB dalam sebuah video yang diunggah ke akun Instagram-nya. “Kita tidak sedang berperang. Kita ini satu bangsa, saling mengisi dalam kebaikan,” ujar TGB.

TGB menegaskan jangan sampai menyebut lawan politik sebagai ‘Kafir Quraish’. “Apa aset kita yang tidak terlihat sebagai bangsa, aset yang tidak terlihat itu adalah persaudaraan dan persatuan kita sebagai bangsa,” tutur TGB.(Jon)

 

 

 

sumber : http://krjogja.com/web/news/read/71296/Perbedaan_Jangan_Rusak_Akidah_Tahun_Politik_Hindari_Hinaan

banner 468x60

Author: 

Related Posts

Leave a Reply