BERITA TERKINI

LBHR dan FPR bersama Penyintas Perjuangkan Ekonomi Mandiri

 


PALU. Khatulistiwa news (01/03) - Lembaga Bantuan Hukum Rakyat (LBH-R) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap warga penyintas bencana yang masih tinggal di Hunian Sementara (Huntara) Mamboro, 


Bersama puluhan warga, LBH-R menggelar kegiatan buka puasa

bersama (bukber) pada Sabtu, 28

Februari 2026, sekaligus menyerap

aspirasi warga yang hampir delapan

tahun belum memperoleh rumah

permanen.


Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh pentolan LBH-R, Agussalim, S.H, yang dikenal warga sebagai advokat rakyat. la hadir didampingi Direktur LBH-R, Firmansyah C. Rasyid, S.H., untuk mendengar langsung keluh kesah para penyintas yang hingga kini masih bertahan di hunian sementara.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut

Koordinator Koperasi LBH-R, Azis, serta

Humas LBH-R, Mario, yang ikut

mendampingi pertemuan penuh

keakraban antara pengurus lembaga

dan warga Huntara Mamboro.


Direktur LBH-R, Firmansyah C. Rasyid,

mengatakan bahwa pendampingan

hukum bagi warga penyintas Huntara

Mamboro tetap menjadi prioritas

lembaganya. Menurutnya, kondisi warga yang sudah hampir delapan tahun tinggal di hunian sementara

membutuhkan perhatian serius dari

pemerintah.


"Hampir delapan tahun setelah bencana, warga masih bertahan di hunian sementara tanpa kejelasan kapan bisa pindah ke rumah permanen," ujarnya.



Firmansyah yang akrab disapa Bung

Firman menjelaskan, selain

memperjuangkan hak warga untuk

mendapatkan rumah pernmanen, LBH-R juga mendorong agar lokasi hunian tetap nantinya bisa menjadi pusat kehidupan sosial dan ekonomi warga.


Menurutnya, warga Huntara Mamboro

dalam waktu dekat akan dibina melalui

koperasi yang telah dibentuk guna

membantu memenuhi kebutuhan

ekonomi mereka.


"Semoga koperasi dengan jenis

usahanya nanti berjalan derngan baik,

mohon doanya buat keluarga kita warga penyintas di Huntara Mamboro," katanya.


Sementara itu, Advokat Rakyat

Agussalim menjelaskan bahwa

pembentukan koperasi menjadi langkah strategis agar warga tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi

mampu mandiri secara ekonomi.


la mengungkapkan bahwa salah satu

usaha yang tengah direncanakan adalah usaha kuliner nasi kuning yang dikelola bersama melalui koperasi.


"Rencananya usaha masakan nasi

kuning, barusan rapat membahas

keperluan apa saja yang mereka

butuhkan," jelasnya.


Agussalim berharap usaha nasi kuning

tersebut dapat menjadi sumber

penghasilan baru sekaligus menopang

perekonomian warga penyintas yang

masih tinggal di Huntara Mamboro.


Melalui kegiatan buka puasa bersama

ini, LBH-R tidak hanya mempererat

hubungan dengan warga penyintas,

tetapi juga mempertegas komitmennya

untuk terus memperjuangkan hak-hak

masyarakat hingga memperoleh hunian permanen dan kehidupan yang lebih layak. (Niko)

Khatulistiwa News Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Gambar tema oleh Bim. Diberdayakan oleh Blogger.