BERITA TERKINI

Jakarta Guyub, Upaya BroNies Merangkai Kembali, Serpihan Kemerdekaan Indonesia yang Terserak

 


 

JAKARTA, Khatulistiwa news (18/08) - Ketua Umum DPP BroNies, Yusuf Blegur menyampaikan, Dirgahayu Indonesia, 78 tahun rakyat belum bisa dibilang sepenuhnya merdeka. Masih banyak di sana-sini kehidupan orang-orang kecil yang identik terjajah. 


" Terpinggirkan, terampas dan tertindas, itulah realitas kehidupan rakyat tak berpunya di seantero republik. Saban tahun negara bagai  merayakan momen tujuh belasan yang sejatinya jauh dan bertolak-belakang dari makna kemerdekaan yang sesungguhnya," ujarnya dalam keterangan tertulis singkatnya. Jakarta


Pun bagi warga Jakarta,  kehidupan di ibukota negara itu, masih bergulat dengan urusan pemaknaan dari apa dan tujuan merdeka. Sebuah sentuhan kemerdekaan yang berkorelasi dengan  kotanya, warganya dan pemimpinnya, lebih lanjut Ketum DPP BroNies sampaikan


Selain menjadi influencer bagi kota-kota lainnya, Jakarta juga menjadi barometer politik nasional. Baik buruknya Indonesia, bisa dilihat dari baik buruknya Jakarta.


" Seperti kata Pak Anies yang menjadi gubernur Jakarta periode 2017-2022,  ia kerap menyoal substansi kemerdekaan. Buat apa  merdeka, kalau rakyat tak punya tanah," lanjutnya


Adapun, ungkap Yusuf Blegur sampaikan, buat apa merdeka kalau rakyat masih susah mendapat pelayanan pendidikan dan kesehatan. Buat apa merdeka kalau kekayaan negara habis dikuras bangsa asing. 


Buat apa merdeka kalau  pemimpinnya gemar korupsi dan pejabatnya hobi pada yang mudharat.  Buat apa merdeka kalau sesama anak bangsa saling bertikai, konflik dan bermusuhan serta memicu disintegrasi nasional. 


" Masih banyak lagi segudang kontradiksi dari perayaan ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang seremonial dan artifisial, yang tak lebih dari sekedar permainan, hiburan dan kegembiraan sesaat. Kata merdeka,  yang telah lama kehilangan nasionalisme dan patriotisme di dalamnya," kemuka ketum DPP BroNies


Sementara, Sekjend DPP BroNies Guntur Siregar katakan, bahwa sebagai bagian dari refleksi dan evaluasi kegetiran itu. Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) BroNies (Relawan Bro Anies) terusik melakukan kegiatan deklarasi dan pelantikan  pengurusnya seiring Panggung Kemerdekaan di Plaza Tugu Proklamasi. 


" Acara  yang  dikemas  dengan Temu Kangen Warga Jakarta dan  Mantan Gubernur Jakarta itu, menampilkan Karnaval Kebudayaan dan Kebhinnekaan, beragam pentas kesenian tradisional, senam kreasi massal dan lain lain," ujar Guntur Siregar


Dengan menghadirkan Anies Baswedan dan para mantan gubernur Jakarta,  beberapa  aktifis dan tokoh nasional.  Even sekaligus gerakan yang sarat pesan dan nilai-nilai perubahan, yang dilakukan BroNies pada tgl 19 Agustus 2023  mendatang di Tugu Proklamasi. Di antaranya memiliki tujuan antara lain sebagai berikut:

1. Menghembuskan spirit persatuan dan kesatuan bangsa sebagai kekayaan nasional dari Jakarta hingga menyeluruh seantero negeri.


2. Membangun budaya guyub, solid dan toleransi warga Jakarta meski lekat dengan  keberagaman dan plurailtas.


3. Membangkitkan semangat kebhinnekaan dan kemajemukan yang menjadi penopang fundamental sebagaimana dituangkan dalam nilai-nilai Panca Sila, UUD 1945 dan NKRI.


4. Melakukan penyegaran dan relaksasi sosial sekaligus berbagi edukasi bersama seluruh warga Jakarta tentang nasionalisme dan  patriotisme,  melalui pentas seni budaya nusantara dalam momen perayaan HUT Kemerdekaan RI.


5. Mengokohkan silaturahim dan persaudaraan para pemimpin dan tokoh tokoh dengan warga Jakarta. Hal tersebut penting dan signifikan  melahirkan kultur kesetaraan dan keadilan bagi sesama warga Jakarta khususnya dan rakyat Indonesia pada umumnya. (Niko) 

Khatulistiwa News Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Gambar tema oleh Bim. Diberdayakan oleh Blogger.