BOGOR,Khatulistiwa news (05/10) - Tak terlepas dari sejarah nan panjang, dimana singkatnya Tentara Nasional Indonesia (TNI) terlahir dari rakyat, tumbuh dan berkembang bersama rakyat, karena sejatinya ia (TNI) ada untuk segenap tumpah darah Bangsa Indonesia yakni rakyat.
Sehubungan itu, bertepatan hari jadi TNI ke 77 tahun yang jatuh pada 5 Oktober 1945 hingga 5 Oktober 2022, Ra Dien menilai, keberadaan TNI di tengah-tengah masyarakat di pelosok desa tampak lebih matang, membumi, mampu diterima dalam hati masyarakat.
"Saya kerap berjumpa angota TNI seperti Babinsa, Koramil, entah dalam aktivitas keseharian saya atau saat kegiatan mereka (TNI). Dan saya melihat adanya TNI di tengah-tengah masyarakat kian hari kian matang," Ujarnya. (05/09/2022).
Pasalnya, lanjut Ra Dien, para anggota TNI yang bertugas di bawah komando Rayon Militer (Koramil) selalu hadir diantara kegiatan yang ada di wilayah nya, entah kegiatan formal pemerintahan setempat, atau kegiatan non-formal di tengah-tengah masyarakat.
"Dengan demikian, itu pun menandakan bahwa TNI saat ini semakin membumi dan dewasa, karena secara tidak langsung hal itu menunjukkan sebuah dedikasi atas apa yang menjadi tanggung jawabnya. Misal hadir membantu mecahahkan permasalahan-permasalahan yang ada di tengah masyarakat," Kata dia.
Lebih dari itu, Ra Dien pun menilai bahwa pada momentum ulang tahun TNI ke-77 pada 5 Oktober 2022 memiliki sebuah makna atas dedikasi yang matang.
Karena menurutnya, angka dari 77 memiliki makna tersendiri, seperti Tujuh memiliki siloka (makna) Tujuan Hidup, pada tujuh hari dari mulai Senin sampai dengan Minggu hidup dan mati manusia ada disana.
"Makna dari 7 adalah kesatria yang berdedikasi, manusia yang memiliki pencapaian yang baik atas siapa dia. Maka, saya menilai TNI saat ini adalah Perisai sekaligus pondasi atas pertahanan dan keamanan suatu negara yakni Negara Kesatuan Republika Indonesia (NKRI)," Tukasnya.(Niko)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar