BERITA TERKINI

Kamrussamad : APBN 2023 Disahkan, Waspada & Fleksibel

 


JAKARTA, Khatulistiwa news (05/10) - Pada hari Kamis, 29 September 2022 lalu, DPR RI mengesahkan APBN 2023. Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad menyatakan APBN 2023 harus memiliki resiliensi di tengah ancaman resesi global 2023.


Kamrussamad juga menekankan APBN 2023 harus waspada, mampu menjaga daya beli dan stabilitas harga. Sehingga, fleksibilitas diperlukan di APBN 2023. Hal ini diungkapkan Kamrussamad di komplek DPR RI, pada momen sidang Parpurna DPR RI.


"Ketidakpastian global terus meningkat. Konflik geopolitik yang dibarengi dengan kebijakan agresif bank sentral dunia memiliki dampak rambatan yang kompleks. Bahkan, diprediksi resesi dunia bisa lebih dalam daripada 2022. Perang Rusia-Ukraina yang belum berakhir, ancaman krisis geopolitik China-Taiwan, dan belum mereda sepenuhnya wabah Covid-19, menjadikan eskalasi krisis 2023 kian tinggi." Demikian, ujar Fraksi Gerindra, Dapil Jakarta Utara, Jakarta Barat, Kep.Seribu itu.


"Semua ini ujungnya akan berujung pada terganggunya komoditas pangan dan energi.  Karena itu, APBN 2023 harus menjadi instrumen untuk menjaga resiliensi dan shock absorber daya beli masyarakat. Waspada tapi tetap fleksibel."


"Di 2023 pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan di angka 7,5-8,5%. Padahal di 2022, tingkat kemiskinan kita masih 9 persen. Untuk menurunkan 1.5 persen bukan hal yang sederhana di tengah gelombang resesi 2023." Kata Ir.H.Kamrussamad S.T.,M.Si


"Oleh sebab itu, bantalan sosial harus selalu disiapkan dengan baik di APBN 2023.  Ini penting untuk menjaga konsumsi masyarakat yang masih menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi kita." (Kartini)

Khatulistiwa News Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Gambar tema oleh Bim. Diberdayakan oleh Blogger.