JAKARTA, Khatulistiwa news (18/08) - Jajang Nurjaman, Koordinator CBA menyampaikan, bahwa dalam situasi masyarakat Jawa Barat yang terbelit utang pinjaman online senilai Rp13,8 triliun, rencana pembangunan mega proyek di Kabupaten Bandung Barat senilai Rp10 triliun memunculkan kekhawatiran.
Demikian, ujar koordinator CBA memberikan keterangan tertulis singkatnya, diterima awak media. Jakarta, jumat (18/08)
Pembangunan Mega proyek patung Soekarno berpotensi melukai perasaan warga Jawa Barat, terutama di Kabupaten Bandung Barat, mengingat tingginya tingkat kemiskinan, mencapai 10,82 persen dari total penduduk, tuturnya mengkritisi.
Adapun, lanjut Jajang katakan,"Menganggap warga yang terjerat utang perlu pelarian hiburan, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan rekanannya mungkin melihat proyek wisata dengan patung Soekarno sebagai solusi," timpalnya
Akan tetapi, dalam hal ini Center for Budget Analysis menegaskan perlunya evaluasi ulang rencana ini, urainya memberikan saran.
" Fokus pada proyek senilai Rp 10 triliun ini seharusnya disesuaikan dengan kepentingan publik yang mendesak, seperti pendidikan, kesehatan, atau infrastruktur dasar, " lanjut Jajang katakan.
Di samping itu, konversi lahan perkebunan menjadi kota mandiri memerlukan analisis dampak lingkungan yang cermat. " Agar kerusakan lingkungan dan dampak negatif dapat diminimalkan," jelasnya.
Meski, proyek ini berpotensi memberikan dampak ekonomi, kekhawatiran muncul terkait distribusi manfaat yang merata di kalangan masyarakat.
" Dalam konteks ini, alternatif cara menghormati Soekarno bisa lebih sejalan dengan nilai-nilai yang dipegangnya, misalnya dengan mendukung pendidikan dan budaya," pungkas koordinator CBA (Niko)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar