Muara Enim,Khatulistiwa News,(8/01)
Salah Satu warga masyarakat Desa Penanggiran kecamatan Gunung Megang kabupaten Muara Enim
Sangat mengkhawatirkan adanya penanaman.kabel arus listrik yang diduga milik PT Kereta Api Indonesia KAI rentang membahayakan para pejalan.kaki karena proses penanaman kabel hanya beberapa sentimeter dari permukaan tanah.
Hal ini diungkap oleh ketua forum Desa Penanggiran Nopriadi Kepada media ini Jum at sore (07/01/21)
menurutnya melihat kabar tersebut pada saat ndak ke rumah temannya Agus dan berencana akan pergi ke kebun dengan melintasi rel kereta api di desa Penanggiran.
Di samping rel kereta api kami melihat ada kabel yang diduga bermuatan arus listrik dan ditanam dengan kedalaman yang relatif dangkal sehingga cenderung akan membahayakan masyarakat yang melintas saat hendak pergi ke kebun urainya
Setelah melihat kejadian tersebut kami langsung melaporkan ke bapak ibu dan bapak Anwar sebagai pelaksana pekerjaan jalur kabel sinyal kereta api yang letak ksntornya di KPM Muara Enim
Namun sampai Saat Ini tidak ada sama sekali tanggapan dari Pihak KPM Maupun dari Pihak PT KAI
tegas nya.
Di tempat yang sama Yopi warga Desa Panang Jaya Kecamatan Gunung Megang mengatakan Bahwa memang benar ada tanaman kabel Milik PT KAI yang kedalamanadih diragukan (Umumnya kedalaman kabel)
Saat saya tanyakan pada pekerja dilokasi tersebut mengatakan bahwa kabel ini merupakan proyek dari PT KPM yang berkantor di Muara Enim namun menurut hemat kami bahwa kedalaman galian kabel tersebut juga Tidak sepertinya karena pada umumnya penanaman kabel setidaknya mempunyai kedalaman tertentu sehingga aman bagi pejalan kaki maupun terhadap masa pakai kabel tersebut ujarnya.
Baik Nopriadi dan Yogi minta agar PT Kereta Api Indonesia dapat menyikapi laporan tersebut sehingga tidak membahayakan dan merugikan pihak lain. Namun jika tidak ada respon dari keduanya maka kita akan melaporkan persoalan ini ke petinggi PT KAI baik provinsi maupun tingkat pusat jelasnya (Donny)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar