BERITA TERKINI

Warga Muara Enim Keluhkan Pemadaman Listrik Sering Terjadi, PLN: Akibat Defisit Daya Sumbagsel-Bangka



 

Muara Enim Khatulistiwa News,– Warga Kabupaten Muara Enim mengeluhkan seringnya terjadinya pemadaman listrik yang dilakukan oleh PT PLN (Persero) dalam beberapa waktu terakhir. Pemadaman yang disebut hampir terjadi setiap hari dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama bagi pelaku usaha dan warga yang bergantung pada pasokan listrik untuk kegiatan sehari-hari.

 

Sejumlah warga juga mempertanyakan kualitas pelayanan listrik di daerah tersebut, mengingat Kabupaten Muara Enim dikenal sebagai salah satu daerah penghasil energi di Sumatera Selatan, namun masih kerap mengalami gangguan pasokan listrik.

 

Salah seorang warga Tanjung Seria, Agustina (30), mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Ia menegaskan bahwa masyarakat selalu berupaya membayar tagihan listrik tepat waktu, sehingga berharap pelayanan dari pihak PLN juga dapat lebih maksimal.

 

“Ya, saya sangat menegaskan kepada pihak PLN, Kami tidak pernah telat membayar tagihan listrik, Namun pihak PLN masih sering melakukan pemadaman listrik, padahal Muara Enim ini dikenal sebagai lumbung energi, kenapa masih sering terjadi pemadaman?” ujar Agustina.

 

Ketika dikonfirmasi, pihak PLN Muara Enim meminta maaf atas seringnya pemadaman listrik dan menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi akibat defisit neraca daya di sistem kelistrikan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dan Bangka.

 

Perwakilan PLN bidang perawatan, Haris, menerangkan bahwa gangguan pemadaman listrik dipicu oleh ketidaksiapan sejumlah pembangkit pasca gangguan sistem yang terjadi pada 22 Mei 2026.

 

“Pemadaman terjadi karena defisit neraca daya Sumatera akibat ketidaksiapan beberapa pembangkit di wilayah Sumbagsel-Bangka pasca gangguan pada 22 Mei 2026,” ujar Haris.

 

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah pembangkit yang mengalami gangguan operasional, mulai dari kondisi force outage (FO), forced derating (FD), maintenance outage (MO), planned outage (PO), hingga planned extension (PE).

 

Berdasarkan data Unit Pengelola Pembangkit dan Penyaluran (UP2B) Sumbagsel, total kapasitas pembangkit yang mengalami gangguan mencapai ribuan megawatt. Beberapa unit pembangkit besar yang terdampak di antaranya PLTU SMSL, PLTU Sumsel, PLTGU Keramasan, PLTU Bangka, hingga sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di wilayah Sumatera Bagian Selatan.

 

Akibat kondisi tersebut, pihak UP2B Sumbagsel meminta agar dilakukan manajemen beban melalui penyulang MLS sebesar 194 MW di subsistem Sumsel-Bengkulu. Kuota pemadaman bergilir tersebut disebut dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan kondisi sistem kelistrikan.(Red)

Khatulistiwa News Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Gambar tema oleh Bim. Diberdayakan oleh Blogger.