LAHAT,KHATULISTIWANEWS.COM – Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) melalui budidaya ikan dengan sistem Keramba Jaring Apung (KJA) yang didukung PT Bara Alam Utama (BAU) memasuki tahap panen pada Rabu (28/10/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Telatang, tepatnya di belakang Hotel Legah, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Panen ini menjadi salah satu upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi perikanan lokal yang produktif dan berkelanjutan.
Ketua pelaksana Forum Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (FP2M) Kabupaten Lahat, Ahmad Syahri mengatakan program budidaya ikan tersebut telah berjalan sejak Januari hingga Oktober 2026 dengan dukungan dana PPM dari PT BAU sebesar Rp.250 juta.
Dana tersebut dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur budidaya, meliputi empat unit kolam keramba jaring apung, jembatan apung sepanjang kurang lebih 50 meter, tempat penyimpanan peralatan dan pakan, serta pondok penjagaan untuk mendukung keamanan dan pengawasan area budidaya selama 24 jam.
Ahmad Syahri Kurnianto menjelaskan, selain pembangunan infrastruktur, dana PPM juga digunakan untuk pengadaan 12.000 ekor bibit ikan patin unggul, penyediaan pakan berkualitas secara berkala, obat-obatan, vitamin, serta pendampingan teknis dan manajemen operasional. Menurutnya, pelaksanaan program tersebut menunjukkan hasil yang cukup baik dengan tingkat kematian ikan atau mortalitas sekitar satu persen.
"Alhamdulillah, sejauh ini program budidaya ikan berjalan dengan baik. Kami menargetkan hasil panen mencapai 3,5 ton atau lebih. Mudah-mudahan hasilnya sesuai dengan target yang telah direncanakan sejak awal," ujarnya.
Meski demikian, Ahmad Syahri Kurnianto mengakui masih terdapat tantangan dalam pemasaran hasil panen, terutama terkait rencana penyaluran ikan ke dapur-dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyebutkan bahwa pihaknya sebelumnya berharap hasil panen dapat dipasarkan secara langsung untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG, tetapi terdapat kendala terkait prioritas komoditas yang dibutuhkan.
"Kami berharap kerja sama dengan PT Bara Alam Utama dapat terus terjalin sehingga program ini bisa dikembangkan lebih lanjut dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," katanya.
Sementara itu, Ketua FP2M Kabupaten Lahat, Sudarman, menyampaikan apresiasi kepada PT BAU dan perusahaan lain yang telah berpartisipasi dalam program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Lahat.
Ia berharap semakin banyak perusahaan yang menjalankan program PPM secara berkelanjutan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan warga. Selain budidaya ikan yang didukung PT BAU, terdapat pula program peternakan ayam petelur yang melibatkan PT Bukit Asam (Persero) Tbk, dengan pengadaan 120 kandang berkapasitas masing-masing 24 ekor ayam petelur di wilayah Sirah Pulau.
Perwakilan manajemen PT BAU, Alberta Perdana menegaskan bahwa program PPM dan tanggung jawab sosial perusahaan atau _Corporate Social Responsibility (CSR) tidak hanya menjadi kewajiban perusahaan, tetapi juga harus mampu membuka peluang ekonomi dan mendorong kemajuan masyarakat sekitar.
"Bagi kami, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari besarnya produksi, tetapi juga dari manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Jika kegiatan usaha tidak memberikan dampak positif bagi warga sekitar, hal itu menjadi bahan evaluasi bagi kami," ungkap Alberta. Ia menambahkan, masukan dari masyarakat dan FP2M sangat diperlukan agar program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan warga.
Alberta berharap pelaksanaan program budidaya ikan tersebut dapat dievaluasi bersama untuk mengetahui keberhasilan panen sekaligus menentukan langkah pengembangan selanjutnya. Menurutnya, PT BAU terbuka untuk berdiskusi dengan FP2M mengenai peluang peningkatan skala usaha dan pengembangan program pemberdayaan masyarakat.
"Setelah panen ini, kami berharap dapat melakukan evaluasi bersama, baik dari sisi hasil produksi maupun manfaatnya bagi masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak positif dan memiliki peluang untuk dikembangkan," ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Bupati Lahat, Bursah Zarnubi, melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, Chandra,SH.MM menyampaikan Pemerintah Kabupaten Lahat mengapresiasi FP2M dan PT BAU yang telah berkolaborasi menginisiasi serta mengawal program pemberdayaan masyarakat hingga memasuki tahap panen.
Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan bahwa masyarakat Kecamatan Merapi Barat dan Kabupaten Lahat memiliki potensi besar untuk mandiri secara ekonomi apabila didukung fasilitas dan pendampingan yang tepat.
Pemerintah berharap program PPM ke depan dapat memperkuat ekonomi lokal, mengembangkan pemasaran hasil perikanan, serta menjadi inspirasi bagi wilayah lain. Selain itu, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Lahat diharapkan semakin aktif menjalankan program pemberdayaan masyarakat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas oleh warga. (Rochmi)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar