BERITA TERKINI

Seragam Ojol dan Kematian di Bawah Mobil Barracuda

 


Penulis: Pande K. Trimayuni 

Peneliti dan Pengamat Sosial


JAKARTA, Khatulistiwa news (29/08) - Ramai pemberitaan sopir ojol dilindas mobil Barracuda polisi saat sedang ikut aksi di daerah Jakarta Pusat tadi malam, 28 Agustus 2025. Kemarahan dan kutukan menggema di seantero negeri.


Sejatinya Sopir Ojol dan Mobil Barracuda adalah simbol. Ia adalah penanda atau signifier yang mengkristalkan realitas yang terjadi dalam kehidupan bernegara di negeri Indonesia ini. Ini bukan kriminal biasa. Jangan hanya dilihat sopirnya sebagai pelaku. Ini bukan semata tentang sopir harus dihukum. Ini adalah tentang kekerasan negara. Kekerasan negara yang terus berulang. Ini juga bukan tentang jumlah nyawa. Ini adalah tentang pengabaian tanggung jawab negara terhadap warga negaranya. Presiden dan parlemen harus dituntut pertanggungjawabannya. Pejabat-pejabat terkait harus diperiksa.


Kekerasan negara terhadap rakyat di bumi pertiwi ini telah berlangsung begitu lama. Kita menjadi tahu apa yang terjadi terhadap ojol karena kejadianya di Ibu kota negara. Tetapi kekerasan itu sesungguhnya terjadi setiap menit, setiap detik di pelosok-pelosok negeri. Kekerasan tidak hanya ketika rakyat dituntut tunduk dibawah sepatu lars. Kekerasan negara itu dalam kenyataannya telah beranak pinak di bumi pertiwi dengan berbagai wujudnya, baik yang nyata kelihatan maupun samar.  


Pertanyaan yang sama berulang muncul. Mengapa meredam dengan cara-cara yang kejam? Ini seorang sopir ojol. Yang nampak dia ikut aksi karena panggilan hati. Tidak ada teman-teman ojol lainnya kelihatan malam itu. Hanya dia sendiri berseragam ojol di tengah kumpulan massa. Badannya mungkin sangat lemah karena seharian tidak mendapat penumpang ditambah hujan deras mengguyur tanpa ampun. Tidak perlu dengan Barrracuda 4x4. Dengan sedikit senggolan, mungkin ojol itu akan jatuh tersungkur karena lemah tidak makan seharian. 


Bayangkan seragam ojolnya yang kusam rapuh menipis disengat matahari dan hujan setiap hari di jalanan harus menahan gempuran tanpa ampun mobil Barrakuda yang dilapisi baja 8 mm.


Aksi turun ke jalan mestinya menjadi pengingat bagi penguasa. Bahwa ada yang salah dalam cara mereka mengatur negara. Luangkan waktu sedikit mempelajari tentang bagaimana perlawanan rakyat terjadi. Berhentilah membuat kesimpulan sembrono bahwa setiap demontrasi pasti ada aktor intelektualnya. Apalagi dengan embel-embel ditunggangi asing sana sini. 


Pernyataan basi yang tidak berpijak pada realitas. Teori-teori sosial telah mengajarkan bahwa tekanan sosial yang begitu besar tanpa saluran maka akan mencari katup-katup keluarannya dan bisa menjadi ledakan besar maha dahsyat yang bisa menghancurkan situs-situs kekuasaan. Perjalanan Sejarah bangsa ini dan dunia telah memberikan contoh, jika mau insyaf menyadari.  


Kenyataan tidak pekanya penguasa membuat kita berpikir. Apakah kekuasaan membuat mereka menjadi hidup dalam dunia lain? Dunia zombie tertawa haha hihi, dansa dansi dan petanteng petenteng memamerkan kemewahan, yang entah bagaimana mereka bisa mendapatkannya.


Bagi yang sekarang sedang menjadi pejabat pegara. Mungkin anda sekarang merasa aman dan nyaman karena hidup enak dari gaji rakyat. Tetapi kematian adalah pasti. Anda semua pasti juga akan mati, caranya saja yang tidak sama. 


Bapak Ojol Adalah martir yang jiwa raganya dikorbankan untuk membuat mata terbuka tentang penderitaan rakyat. Ia adalah pahlawan sejati bagi rakyat jelata. Meskipun tanpa embel-embel Bintang Mahaputera. Sementara Bapak -Ibu yang (merasa) terhormat, yang dipanggil dengan Yang Mulia, tanyakanlah diri anda, apakah anda memang berhak atas kehormatan dan kemuliaan itu. Saya yakin anda semua adalah orang beragama. Bukankah semua agama mengingatkan tentang beratnya pertanggungjawaban sebagai seorang pejabat atau pemimpin? Bagaimana Anda akan mempertanggungjawabkan prilaku anda, harta anda dan akibat yang anda timbulkan terhadap orang banyak?  Namun satu keniscayaan saya yakin akan terjadi. 


Peristiwa meninggalnya ojol ini adalah momentum untuk rakyat bergerak lebih maju dan bersatu padu untuk melawan dan tidak mentolerir segala bentuk ketidakadilan yang terjadi. ( Niko)

Khatulistiwa News Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Gambar tema oleh Bim. Diberdayakan oleh Blogger.