BERITA TERKINI

Pembangunan Flyover KM 111 di Kabupaten Lahat Resmi Dimulai

 



LAHAT,KHATULISTIWANEWS.COM-Pembangunan flyover KM 111 resmi dimulai,Ground breaking digelar di Jalan Lintas Raya Servo, Kabupaten Lahat, Jumat (16/1/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis mendukung kelancaran lalu lintas angkutan batubara dan keselamatan pengguna jalan umum.


Ground breaking diinisiasi PT Servo Lintas Raya (SLR) bersama PT Jalan Lintas Servo, bagian dari Titan Group. Pembangunan flyover bertujuan menghilangkan perlintasan sebidang antara jalan umum dan jalur khusus batubara.


Direktur PT Jalan Lintas Servo, Viktor Budi Tanuadji, menjelaskan flyover akan dibangun sepanjang sekitar 370–400 meter. Lebarnya 11 meter dengan elevasi 5,2 meter. Struktur tersebut dirancang melintasi jalan umum lalu kembali terhubung ke jalan khusus Titan Group.


Menurut Viktor, pihak perusahaan sempat mempertimbangkan pembangunan underpass. Namun opsi itu dinilai memiliki risiko tinggi, terutama potensi banjir. Karena itu, flyover dipilih sebagai solusi paling aman dan berkelanjutan.


“Pembangunan diperkirakan memakan waktu hingga 12 bulan. Faktor cuaca, terutama hujan, bisa memengaruhi progres pekerjaan,” kata Viktor. Ia berharap pemerintah memberikan dispensasi operasional selama masa konstruksi agar aktivitas perusahaan tetap berjalan.


Viktor menegaskan Titan Group mendukung penuh kebijakan pemerintah. Khususnya penertiban angkutan batubara agar tidak melintas di jalan umum. Flyover ini disebut sebagai penyempurnaan fungsi jalan khusus batubara yang telah ada sejak awal.


Bupati Lahat melalui Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, menyampaikan apresiasi atas respons cepat perusahaan. Ia menilai pembangunan flyover sebagai bentuk kepatuhan terhadap instruksi Gubernur Sumatera Selatan.


“Ini perusahaan kedua di Lahat yang langsung menindaklanjuti arahan gubernur. Dampaknya sangat dirasakan masyarakat, terutama di Kecamatan Merapi Area,” ujarnya. Ia menyebut kualitas udara kini membaik dan aktivitas warga menjadi lebih nyaman.


Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyebut pembangunan flyover sebagai proyek vital. Menurutnya, pengelolaan sumber daya alam harus sejalan dengan keselamatan dan ketertiban lalu lintas.


“Batubara memberi manfaat besar bagi daerah dan negara. Tantangannya adalah mengelola dampaknya dengan aturan yang tegas,” kata Herman Deru. Ia menambahkan pemerintah provinsi mendorong pembangunan beberapa flyover lain di titik rawan perlintasan.


Acara ground breaking dihadiri unsur Forkopimda Sumsel dan Lahat, perwakilan Pemkab Muara Enim, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumsel, TNI-Polri, asosiasi pertambangan, serta tokoh masyarakat setempat.


Pemerintah berharap pembangunan flyover KM 111 berjalan sesuai rencana. Proyek ini ditargetkan meningkatkan keselamatan, kelancaran distribusi batubara, dan kenyamanan masyarakat sekitar (Rochmi)

Khatulistiwa News Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Gambar tema oleh Bim. Diberdayakan oleh Blogger.