TAKENGON, Khatulistiwa news (28/01) - Prajurit TNI AD dari Kodim 0106/Aceh Tengah menegaskan komitmennya untuk terus berada di tengah masyarakat terdampak bencana dan bekerja tanpa pamrih hingga kondisi benar-benar pulih. Bagi TNI AD, pengabdian kepada rakyat merupakan kewajiban yang tidak mengenal batas waktu maupun kepentingan pribadi.
Dandim 0106/Aceh Tengah menyampaikan bahwa hingga saat ini tugas-tugas kemanusiaan yang dijalankan prajurit di lapangan belum sepenuhnya selesai. Masih terdapat wilayah yang membutuhkan pendampingan serta masyarakat yang belum pulih dari dampak bencana. “TNI hadir bukan untuk mencari pujian atau penghargaan. Kami bekerja karena itu adalah kewajiban kami sebagai tentara rakyat. Selama masih ada rakyat yang menderita, maka tugas kami belum selesai,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa fokus utama prajurit TNI di lapangan saat ini adalah membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, mendukung pemulihan infrastruktur, serta memberikan rasa aman bagi warga yang masih berada dalam kondisi rentan pascabencana.
Menurutnya, apresiasi terbesar bagi prajurit TNI bukanlah bentuk penghargaan formal, melainkan ketika masyarakat dapat kembali bangkit dan menjalani kehidupan secara normal. “Belum pantas bagi kami menerima penghargaan, karena masih banyak saudara-saudara kita yang belum pulih. Prioritas kami adalah memastikan mereka mendapatkan bantuan dan pendampingan hingga kondisi benar-benar membaik,” lanjutnya.
Kodim Aceh Tengah menegaskan akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, aparat kepolisian, relawan, dan masyarakat dalam semangat gotong royong untuk mempercepat pemulihan pascabencana. Bagi TNI AD, keberpihakan kepada rakyat adalah jati diri, dan pengabdian tanpa pamrih merupakan kehormatan yang akan terus dijaga. (Niko)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar