OKU TIMUR, Khatulistiwa news (26/09) — Musyawarah Cabang (Musycab) ke-3 Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) OKU Timur menetapkan M. Rohman Hidayatullah sebagai Ketua Umum PC IMM OKU Timur periode berikutnya.
Musycab yang mengusung tema “Membentuk Kepemimpinan Baru untuk IMM yang Lebih Progresif” tersebut digelar di Sekretariat Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), Desa Karang Tengah, Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten OKU Timur, Jumat (25/9/2026).
Dalam forum tersebut turut ditetapkan Arman sebagai Sekretaris Umum dan Rizki Ardi Ansah sebagai Bendahara Umum. Terpilihnya tiga pimpinan tersebut menjadi bagian dari proses regenerasi sekaligus awal estafet kepemimpinan baru untuk melanjutkan pengembangan PC IMM OKU Timur.
Ketua Umum PC IMM OKU Timur periode 2025–2026, Redi Dwi Anggara, menyampaikan ucapan selamat kepada pimpinan yang telah terpilih. Ia berharap kepemimpinan baru mampu melanjutkan berbagai proses yang telah dibangun sekaligus menghadirkan pembaruan bagi organisasi.
“Selamat kepada Ketua Umum, Sekretaris Umum, dan Bendahara Umum yang telah terpilih. Semoga amanah dalam menjalankan tanggung jawab dan mampu membawa PC IMM OKU Timur semakin berkembang. Apa yang telah baik selama periode sebelumnya dapat dilanjutkan dan dikembangkan dengan gagasan-gagasan baru,” ujar Redi.
Ketua PDM OKU Timur, H. Prioyitno, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan merupakan bagian penting dari proses kaderisasi organisasi. Menurutnya, keberhasilan sebuah regenerasi tidak berhenti pada pergantian struktur, tetapi dapat dilihat dari kemampuan kepemimpinan berikutnya dalam menjalankan organisasi dengan lebih baik dan membawa kemajuan.
Ia juga mengingatkan kader IMM agar menjadikan nilai siddiq, tabligh, fathanah, dan amanah sebagai landasan dalam menjalankan kepemimpinan. Selain penguatan organisasi, kader IMM juga diharapkan aktif mengikuti pengajian rutin PDM OKU Timur untuk memperkuat pemahaman keislaman dan kemuhammadiyahan.
Sementara itu, perwakilan PDA OKU Timur, Ratih, menyampaikan bahwa Musycab bukan semata-mata forum pergantian kepemimpinan, melainkan bagian dari keberlanjutan perjuangan organisasi.
Menurutnya, kepemimpinan baru perlu mendorong kader untuk terus meningkatkan kapasitas, menjaga nilai-nilai Islam dan Muhammadiyah, serta memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Senior IMM OKU Timur, Preli Yulianto, S.P., melihat regenerasi kepemimpinan sebagai momentum untuk membawa PC IMM OKU Timur memasuki tahapan pengembangan organisasi yang lebih konkret.
Menurut gagasan pengembangan yang ia dorong, organisasi tidak cukup berhenti pada narasi, gagasan, dan wacana, tetapi perlu diterjemahkan menjadi program serta aksi yang dapat dirasakan kader dan masyarakat.
Konsep “dari narasi menuju aksi” menempatkan gagasan sebagai titik awal, kemudian dilanjutkan dengan perencanaan, konsolidasi kader, pelaksanaan program, serta evaluasi yang berkelanjutan. Dengan demikian, kepemimpinan baru diharapkan mampu menjadikan PC IMM OKU Timur sebagai ruang kaderisasi yang tidak hanya aktif secara internal, tetapi juga mampu merespons kebutuhan sosial di sekitarnya.
Estafet kepemimpinan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi PC IMM OKU Timur untuk memperkuat fondasi organisasi, membangun komunikasi antarkomisariat, meningkatkan kapasitas kader, dan mengembangkan program yang lebih terarah.
Ketua Umum terpilih, M. Rohman Hidayatullah, menyampaikan bahwa amanah yang diberikan melalui Musycab merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan dukungan seluruh kader.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Amanah ini bukan tanggung jawab pribadi, tetapi tanggung jawab bersama. Kami berharap seluruh kader dan komisariat dapat bersinergi untuk membawa PC IMM OKU Timur menjadi lebih progresif,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum terpilih, Arman, menegaskan pentingnya membangun tata kelola organisasi yang solid agar setiap gagasan dapat diterjemahkan menjadi kerja nyata.
“Kami ingin membangun komunikasi dan koordinasi yang kuat, sehingga setiap program tidak berhenti pada perencanaan, tetapi dapat dilaksanakan dan dievaluasi bersama,” katanya.
Musycab ke-3 tersebut diikuti lima komisariat, yakni IMM Djazman Al-Kindi, IMM An-Nafi, IMM Al-Fazza, IMM Ali bin Abi Thalib, dan IMM Stiper Belitang.
Kegiatan juga dihadiri Ketua PDM OKU Timur H. Prioyitno, S.Pd., M.M., perwakilan PDA OKU Timur, jajaran PC IMM OKU Timur periode 2025–2026, unsur Angkatan Muda Muhammadiyah, pimpinan dan kader lima komisariat, serta tamu undangan lainnya.
Dengan terpilihnya M. Rohman Hidayatullah, Arman, dan Rizki Ardi Ansah, estafet kepemimpinan PC IMM OKU Timur memasuki babak baru. Tantangannya bukan hanya menjaga keberlanjutan organisasi, tetapi memastikan setiap gagasan dapat diterjemahkan menjadi kerja yang terarah dan berkelanjutan.
Musycab ke-3 akhirnya bukan sekadar penanda pergantian pimpinan, tetapi menjadi titik berangkat dari narasi menuju aksi: mengubah gagasan menjadi program, program menjadi gerakan, dan gerakan menjadi kontribusi nyata bagi IMM, Muhammadiyah, dan masyarakat.(prelly)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar