BERITA TERKINI

Jalan Rusak Parah di Semende Kabupaten Muara Enim Ancam Keselamatan Warga

 


Muara Enim, Khatulistiwa news (22/03) Kondisi jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Tanjung Raya, Kecamatan Semende Darat Tengah (SDT), dengan Desa Tanjung Agung, Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU), kian memprihatinkan dan menjadi sorotan masyarakat.


Kerusakan terparah terlihat di depan SMP Lawang Agung. Pada titik tersebut, badan jalan dipenuhi lubang besar dengan kedalaman mencapai sekitar 30 sentimeter, sehingga sangat membahayakan pengguna jalan.


Warga setempat, Badri, mengatakan bahwa kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menjadi ancaman nyata bagi keselamatan. Pasalnya, ruas jalan tersebut merupakan jalur vital yang setiap hari dilalui masyarakat, termasuk para pelajar yang berangkat dan pulang sekolah.


Berdasarkan pantauan di lapangan, lubang-lubang besar tersebar di sepanjang ruas jalan. Saat hujan turun, genangan air menutupi lubang sehingga sulit dikenali oleh pengendara.


Kondisi ini meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang mendominasi arus lalu lintas di kawasan tersebut.


“Kalau tidak hati-hati bisa jatuh, apalagi malam hari atau setelah hujan.


Lubangnya tidak kelihatan,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.


Kekhawatiran serupa juga dirasakan para orang tua siswa. Mereka menilai kerusakan jalan di depan sekolah sangat membahayakan keselamatan anak-anak.


Bahkan, tidak sedikit siswa yang memilih berjalan kaki demi menghindari risiko terjatuh saat melintas.


Selain berdampak pada keselamatan, kondisi jalan yang rusak juga menghambat mobilitas masyarakat. 


Aktivitas ekonomi warga, termasuk distribusi hasil pertanian khas wilayah Semende, turut terganggu akibat akses jalan yang tidak layak.


Warga pun berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki ruas jalan tersebut. 

Mereka menilai jalan ini memiliki peran strategis sebagai penghubung antarwilayah sekaligus penunjang aktivitas harian masyarakat.


“Jangan tunggu ada korban dulu baru diperbaiki. Ini jalan penting bagi kami,” ujar Rojak, warga setempat.


Sementara itu, pengamat sosial budaya, Marshal, menegaskan pentingnya respons cepat dari pemerintah daerah. Ia mengingatkan bahwa jika kerusakan jalan terus dibiarkan hingga menimbulkan korban, bukan tidak mungkin akan muncul tuntutan hukum terhadap pihak terkait.


Menurutnya, dalam perspektif hukum, kelalaian dalam penyediaan infrastruktur publik yang aman dapat berujung pada gugatan perdata maupun konsekuensi pidana. 


Oleh karena itu, perbaikan jalan harus segera direalisasikan demi menjamin keselamatan, kenyamanan, serta kelancaran aktivitas masyarakat.


Hingga kini, warga masih menanti langkah nyata dari pemerintah untuk segera memperbaiki kerusakan jalan tersebut sebelum menimbulkan korban jiwa. ( red)

Khatulistiwa News Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Gambar tema oleh Bim. Diberdayakan oleh Blogger.