BERITA TERKINI

Tapak Suci Muara Enim Raih Juara Umum Championship 2026 Se-Sumsel

 

 


MUARA ENIM Khatulistiwa News,- Kontingen Tapak Suci Pimda 118 Muara Enim A berhasil meraih Juara Umum I dalam Kejuaraan Tapak Suci Muara Enim Championship Se-Sumatera Selatan Tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari dan berakhir pada Sabtu (25/7).

 

Kejuaraan resmi ini, dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Sumatera Selatan Dr. H. M. Alfajri Zabidi, S.Pd., M.Pd.I., M.M., bersama Ketua Pimpinan Wilayah III Sumsel Syafrudin, SE, P.Ut., serta timnya M. Ziyad SE, K.Ut., dan Rizal K. Mdy. Turut hadir Kadispora Muara Enim Ardian Arifanardi, AP., M.Si., Ketua KONI yang diwakili H. Rohaidin, S.Sos., Ketua IPSI Kabupaten Muara Enim Jonidi, SH, serta pejabat dan pengurus organisasi terkait seperti Ketua Pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Muara Enim A. Basroh, BA, Penasehat Muhammadiyah H. Taufik Rahman, SH., M.Hum, dan utusan dari berbagai perguruan di bawah naungan IPSI, PSHT, PD, PO, HIMSSI, serta PIMDA Tapak Suci se-Sumsel.

 

Raih 55 Medali, Tapak Suci Muara Enim Unggul

Berdasarkan hasil rekapitulasi panitia, Kontingen Tapak Suci Pimda 118 Muara Enim A mengoleksi 29 medali emas, 25 medali perak, dan 1 medali perunggu dengan total 55 medali. Prestasi tersebut menjadi bukti keberhasilan pembinaan atlet Tapak Suci di Kabupaten Muara Enim yang dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan.

 

Juara Umum II diraih oleh Tapak Suci Pimda 103 OKU dengan 24 medali emas, 11 medali perak, dan 8 medali perunggu (total 43 medali). Kontingen asal Kabupaten Ogan Komering Ulu tampil konsisten dan menjadi pesaing terkuat sepanjang kejuaraan.

 

Sementara Juara Umum III berhasil diraih oleh Tapak Suci Pimda 116 Lahat dengan 16 medali emas, 7 medali perak, dan 4 medali perunggu (total 27 medali).

 

Persaingan ketat terjadi di klasemen tengah, dengan Tapak Suci Karang Raja Muara Enim menempati peringkat keempat dengan 22 medali, diikuti MIN 3 Muara Enim di posisi kelima dengan 4 medali. Kontingen Pimda 118 Muara Enim B juga menunjukkan prestasi membanggakan dengan mengumpulkan 15 medali, memperlihatkan kedalaman pembinaan atlet yang dimiliki tuan rumah.

 

Tujuan Kejuaraan: Silaturahmi dan Cari Atlet Berbakat

Ketua Panitia Hj. Misliyani, S.Ag., M.Pd.I, P.Mdy, sekaligus Pendekar Madya Tapak Suci Sumsel Kabupaten Muara Enim, memberikan apresiasi positif terhadap penyelenggaraan kejuaraan ini.

 

"Adapun tujuan kejuaraan ini untuk memperkuat silaturahmi antar Tapak Suci se-Sumsel dan mencari atlet-atlet terbaik yang bisa membawa nama Perguruan Tapak Suci di berbagai event baik tingkat propinsi maupun dunia," jelasnya.

 

Ia juga berharap kejuaraan ini menjadi motivasi bagi seluruh pimpinan daerah untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet, sehingga Sumatera Selatan mampu melahirkan pesilat handal dengan prestasi membanggakan.

 

Nilai Sportivitas Jadi Prioritas Utama

Ketua Pimpinan Daerah 118 Tapak Suci Putera Muhammadiyah Kabupaten Muara Enim, Firdaus, S.H., K.da, mengucapkan selamat kepada seluruh atlet yang berhasil meraih prestasi, serta menghargai seluruh peserta yang bertanding dengan penuh semangat.

 

"Prestasi yang diraih para juara merupakan buah dari latihan disiplin, kerja keras pelatih, dukungan orang tua, dan pembinaan berkesinambungan. Namun yang lebih penting, seluruh peserta telah menunjukkan sikap sportivitas dan persaudaraan selama kejuaraan berlangsung. Itulah nilai utama yang ingin kita bangun melalui Tapak Suci," ujarnya.

 

Selain sebagai ajang perebutan gelar, Tapak Suci Muara Enim Championship 2026 juga menjadi wadah evaluasi pembinaan atlet pada kategori Usia Dini 1, Usia Dini 2, Pra Remaja, Remaja, dan Dewasa. Para juara yang lahir dari kejuaraan ini diharapkan menjadi tulang punggung Tapak Suci Sumatera Selatan di ajang kejuaraan mendatang.

 

Keberhasilan penyelenggaraan dengan partisipasi 28 kontingen menjadi bukti bahwa Tapak Suci di Sumatera Selatan terus berkembang dan menjadi organisasi pencak silat yang aktif mencetak atlet berprestasi sekaligus membangun karakter generasi muda yang berakhlak mulia, disiplin, dan berjiwa persaudaraan. "Dengan iman dan akhlak saya menjadi kuat, tanpa iman dan akhlak saya menjadi lemah," ujar Misliyani.(Red)

Khatulistiwa News Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Gambar tema oleh Bim. Diberdayakan oleh Blogger.