LAHAT,KHATULISTIWA NEWS.COM – Polres Lahat menggelar Upacara Hari Kesadaran Nasional, Rabu, 18 Februari 2026. Kegiatan berlangsung di halaman Mapolres Lahat. Upacara dipimpin langsung Kapolres Lahat, AKBP Novi Edyanto SIK MIK.
Seluruh personel mengikuti kegiatan dengan khidmat dan tertib. Peserta terdiri dari pejabat utama, perwira, bintara, hingga ASN. Mereka berdiri rapi dengan sikap disiplin. Upacara rutin ini digelar setiap tanggal 17 setiap bulan.
Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat komitmen pengabdian. Khususnya kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Upacara juga menjadi sarana evaluasi internal institusi. Hal itu penting untuk menjaga profesionalisme anggota.
Dalam amanatnya, AKBP Novi Edyanto menegaskan pentingnya integritas. Ia meminta seluruh personel meningkatkan profesionalisme kerja. Pelayanan prima kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama.
Kapolres juga mengingatkan seluruh anggota menjaga nama baik institusi. Ia menekankan pentingnya menjunjung nilai Tribrata dan Catur Prasetya. Nilai tersebut menjadi pedoman moral setiap anggota Polri. Sikap humanis dan tegas harus berjalan seimbang.
“Setiap anggota harus bekerja penuh tanggung jawab,” tegasnya. Ia meminta anggota menghindari pelanggaran sekecil apa pun. Kepercayaan masyarakat menjadi modal utama kepolisian.
Upacara diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih. Peserta kemudian mengheningkan cipta. Selanjutnya dilakukan pembacaan teks Pancasila. Kegiatan ditutup dengan doa bersama.
Seluruh rangkaian berlangsung tertib dan lancar. Setiap peserta mengikuti kegiatan dengan sikap sempurna. Hal itu mencerminkan kedisiplinan aparat penegak hukum. Terutama dalam wilayah hukum Kabupaten Lahat.
Melalui peringatan ini, Kapolres berharap soliditas semakin kuat. Sinergitas internal dan eksternal harus terus dijaga. Kerja sama dengan TNI dan pemerintah daerah menjadi kunci stabilitas. Dukungan masyarakat juga sangat dibutuhkan.
Tantangan tugas ke depan semakin kompleks. Personel dituntut siap secara fisik dan mental. Kemampuan profesional harus terus diasah. Pendekatan humanis tetap dikedepankan dalam pelayanan.
Upacara ditutup dengan laporan komandan upacara. Laporan disampaikan kepada inspektur upacara. Prosesi itu menandai berakhirnya kegiatan resmi. Seluruh peserta kemudian kembali ke satuan masing-masing.
Hari Kesadaran Nasional bukan sekadar seremoni rutin. Momentum ini menjadi ruang refleksi bersama. Evaluasi kinerja harus dilakukan secara berkala. Perbaikan internal menjadi tanggung jawab bersama.
Dengan semangat tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia diharapkan semakin dipercaya masyarakat. Khususnya di wilayah Kabupaten Lahat. Situasi kamtibmas yang aman dan kondusif menjadi tujuan utama. Polisi hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. (Rochmi)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar