Muara Enim. Khatulistiwa news (22/02) — Aparat kepolisian Sektor Gunung Megang melakukan operasi tangkap tangan terhadap seorang oknum yang mengaku sebagai wartawan dan diduga melakukan pemerasan terhadap sejumlah kepala desa di Kecamatan Benakat Kabupaten Muara Enim, Sabtu (21/2/2026).
Terduga pelaku berinisial H.W. diamankan sekitar pukul 22.00 WIB di sebuah Ritel modern di depan Kantor Camat Gunung Megang. Saat ini, yang bersangkutan telah ditahan di Mapolsek Gunung Megang guna menjalani proses lebih lanjut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, H.W. diduga meminta uang sebesar Rp3 juta kepada salah satu kepala desa dengan dalih agar tidak memberitan hal-hal tertentu. Praktik tersebut disebut dilakukan terhadap beberapa kepala desa, di antaranya Kepala Desa Hidup Baru, Kepala Desa Pagar Dewa, Ke Desa Pagar Jati, dan Kepala Desa Padang Bindu.
Ketua Forum Kepala Desa se-Kabupaten Muara Enim yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Aur Duri, saat dikonfirmasi awak media, menyampaikan bahwa modus operandi terduga pelaku adalah mendatangi para kepala desa dan menawarkan “pengamanan pemberitaan" dengan imbalan
“Kami dari Forum Kades berkomitmen mengawal perkara ini hingga ke m hijau. Tindakan seperti ini tidak hanya merugikan kepala desa, tetapi juga mencoreng nama baik insan pers di Kabupaten Muara Enim," ujarnya.
la menegaskan, profesi wartawan adalah profesi yang dilindungi undang undang dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. Oleh sebab itu, perilal oknum yang menyalahgunakan identitas pers untuk kepentingan pribadi : sangat merusak kepercayaan publik terhadap kerja jurnalistik yang profe: dan berintegritas.
Dalam OTT tersebut, aparat kepolisian menyita sejumlah barang bukti, diantaranya satu unit mobil Toyota Avanza BG 1706 KD warna merah, satu unit telepon genggam android, kartu identitas wartawan, KTP sejumlah uang tunai, bukti transfer dari kepala desa kepada terduga pelaku.
Operasi penangkapan dipimpin langsung oleh Kapolsek Gunung Megang, AKP. Kemas Erwin, bersama jajaran. Sejumlah saksi turut dimintai keterangan, termasuk Camat Benakat serta beberapa kepala desa yang diduga menjadi korban.
Disisi lain ada beberapa tanggapan dari wartawan yang menyayangkan sikap beberapa Kepala desa yang cenderung tak butuh tak perlu mengenal organisasi wartawan yang ada di Muara Enim. Sejatinya ;Jika on the track (sesuai aturan) kenapa harus takut dengan pemberitaan ? ( Ril/ jz)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar