Bayam Katulistiwanews.com (13/04) - Seperti yang kita ketahui akhir akhir ini pembabatan terhadap hutan lindung untuk di jadikan perumahan, Pembabatan hutan menjadi lahan Agri Kultur dan penambangan Ilegal Mining dan lain lain, Kamis (13/04/2023).
Sementara itu pemerintah dan pihak terkait hanya Diam seribu bahasa bahkan sangat patut di duga ikut serta menikmati uang haram dari semua aktivitas tersebut.
Menurut Hery marhat salah satu aktivis kata Batam mengatakan kepada awak media kalau saat ini pemerintah kita telah abai Dangan tugas dan tanggung jawabnya, mereka hanya sibuk dengan pencitraan semata.
Seperti yang kita ketahui kepala BP Batam membuat program penanaman 1200 pohon jati emas di tepian jalan, sementara hutan lindung di kota Batam sudah bisa di katakan punah dibabat dan di jadi kan PL buat perumahan kavling dan lain lain
Kemudian Kepala Subdit Pengamanan Aset dan Objek Vital Ditpam BP Batam, AKBP S.A. Kurniawan, baru baru ini membuat program One Day One.
Kurniawan mengatakan program one Day one
Sepanjang bulan Maret 2023, Ditpam BP Batam melaksanakan 72 kegiatan yang berkaitan langsung dengan pengamanan hutan, instalasi dan aset, serta mitigasi dan penanggulangan bahaya kebakaran di wilayah kerja BP Batam.
Menurut Hery marhat kegiatan yang di lakukan kepala BP Batam dan Kepala Subdit Pengamanan Aset dan Objek Vital Ditpam BP Batam adalah upaya menutupi sebuah kebobrokan yang terjadi saat ini.
Kalau kita melihat kondisi hutan lindung di Nongsa yang di eksploitasi oleh para penambang ilegal mining dan penambang pasir yang mengakibat kan hutan lindung Nongsa satu sudah menjadi tanah gersang.
Aktivitas yang di lakukan alih oknum aparat dari salah satu instansi tersebut sudah dilakukan bertahun tahun namun tidak ada tindakan dari pihak mana pun yang sudah diberikan gaji oleh negara untuk menjaga tindakan perusakan kepada kawasan hutan lindung, seperti DLH kota Batam Dlhk provinsi ( gakum) wilayah Sumatra.
Ditambah lagi para keamanan dari aparat kepolisian seperti Dirkrimsus Polda Kepri serta ditpam kota Batam, sementara saya sudah sampaikan kepada mereka semua baik melalui WhatsApp maupun membuat laporan secara tertulis ataupun secara lisan ke Dirkrimsus Polda atas nama lembaga komite peduli lingkungan hidup Indonesian (KPLHI) provinsi Kepri.
Masih Hery marhat menambahkan, pada tahun 2022 pak Kurniawan pernah berjanji kalau beliau akan membentuk tim khusus untuk menindak para oknum yang membabat hutan lindung Nongsa bukan bukan membuat program One Day one.
Lebih lanjut Hery marhat menyoroti maslah yang terjadi di sekitar objek vital,
"Sungguh sangat sempurna pencitraan yang mereka lakukan di media untuk kita baca. Tapi bukan untuk dibuktikan, mari kita saksikan Catchment area (daerah tangkapan air) dam Tembesi yang sekarang ini sedang terjadi pematangan lahan untuk perumahan. Seluruh Catchment area yang ada di darerah sekitar dam Tembesi sudah habis di jadikan PL oleh BP Batam dan di tambah lagi dengan oknum masyarakat sei beduk yang melakukan peternakan babi, kolam ikan dan perkebunan yang menyebab kan para investor tidak mau melirik Dam Tembesi.
Jadi menurut Hery marhat "Pemerintah jangan membuai masyarakat dengan kebohongan yang akhirnya membuat masyarakat kesulitan untuk mendapatkan persediaan air bersih." Tutupnya. (Markus Siahaan)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar