BERITA TERKINI

SAMSON PEMBELA AGAMA TAUHID

 

Oleh :


 Marsal ( Penghulu KUA Kecamatan Muara Enim )



Muara Enim, Khatulistiwa news (16/04) Samson memiliki beberapa nama : Dalam bahasa Arab beliau di sebut dengan *Syamsyawn atau Syam'un Al Ghozi* Dalam bahasa Ibrani di sebut Simson. Dalam bahasa Tiberias di sebut Shimshon dan dalam Alkitab Nasrani di sebut *Samson* .

Samson atau Syam'un Al Ghozi artinya berasal dari Matahari, sedangkan Al Ghozi artinya berasal dari Ghozi ( Ghaza Palestina Sekarang ).


Samson yang kita kenal sebenarnya diambil dari hikayat Nabi bernama Syam’un Al-Ghazi, salah seorang Nabi dalam Islam yang pernah dikisahkan oleh Nabi Muhammad dan lekat dengan asal muasal lailatul qadar.

Dalam Islam sendiri, ada ribuan Nabi dan Rasul, namun yang wajib diketahui dan dikisahkan hanya 25 Nabi seperti yang kita kenal sekarang. Samson atau Syam’ul Al-Ghazi adalah salah satunya Nabi yang diutus untuk Bani Israil.

Kisah Nabi Samson atau Syam’un Al-Ghazi sendiri merupakan kisah-kisah Israiliyat, sudah diceritakan secara turun temurun dalam masyarakat Arab.

Nabi Muhammad SAW bercerita kepada para Shahabatnya, tentang seorang Nabi Bernama Syam'un Al Ghozi. AS. beliau adalah Nabi yang beradal dari Bani Israil yang di utus di tanah Romawi. Nabi Syam'un Al Ghozi AS berperang melawan bangsa yang menentang Ketuhanan Allah SWT. Atau pembela agama Tauhid. 

Nabi Syam'un Al Ghozi, AS adalah seorang pahlawan  berambut panjang yang memiliki  kemukjizatan dapat melunakkan besi dan dapat merobohkan Istana. Syam'un memiliki senjata semacam pedang yang terbuat dari tulang  rahang unta bernama Liha Jamal, dengan pedang itu dia dapat membunuh ribuan penentang agama Tauhid.

Siapun musuh yang berhadapan dengan dia pasti skan hancur dengan pedang ajaibnya. Mukjizat pedangnya ketika ia merasa lapar dan  haus dengan perantara pedangnya, Allah memberikan makanan dan minuman.

Samson seorang Nabi yang taat dan seorang ahli ibadah yang sangat di segani oleh kaum Kafir. Samson tercatat yang sanggup beribadah selama 1000 bulan. Selama 1000 bulan beliau tidak pernah tinggal sholat malam dan siangnya selalu berpuasa. Samson seorang pembela Agama Tauhid ( meng Esakan tuhan / Allah SWT ). Berperang dengan penentang  Agama Tauhid selama 1000 bulan hanya berbekal tulsng Rahang Unta. 


 Samson memiliki banyak pengikut dan disegani.

Ia pun menjadi hakim, tapi kerap enggan menyetujui kezaliman yang dibikin para pembesar maupun penguasa Israel. Bahkan kerap menghukum orang-orang yang berlaku tidak adil ataupun menuhankan sang Raja. Ia pun dimusuhi.

Berkali-kali pula Samson ini hendak dibunuh, tapi gagal karena para serdadu yang dikirim tidak mampu menandingi kepiawaian dan keahlian Samson dalam bertarung. Ia diberkahi tubuh sekuat baja dan gerakan selincah angin hingga sulit dirobohkan.

Hingga suatu ketika, para pembesar Israel membujuk istrinya untuk mencari tahu apa sumber titik lemah Samson. Akhirnya dapatlah kelemahan beliau dari rambut panjangnya. Setelah dapat kelemahan beliau dari isteri durhaka Akibatnya, ia pun ditangkap setelah ia diperdaya istrinya sendiri.

Samson pun disiksa dan ia berdoa kepada Allah, jika ia diberi kekuatan oleh Allah, maka akan dihancurkannya orang-orang zalim ini yang telah perbuat kezaliman.


Allah pun mengabulkan permintaanya dan Samson menghancurkan orang-orang zalim itu. Kuilnya dirobohkan dan orang-orang yang di penjara dibebaskan. Ia pun berjanji akan menjaga, ibadah dan berbuat kebaikan selama 1.000 bulan lamanya.


Nabi Samson pergi meninggalkan kaumnya yang dianggapnya sangat sulit untuk diajak berubah itu, tapi ia tetap mencintai Israil, terutama kaumnya yang lemah dan harus dibela. 

Akhirnya, ia pun menyendiri, itulah jalan hidup yang diambil Syam’un, hidup mengasingkan diri di sebuah gua pedalaman hutan.

Di sana ia melakukan meditasi dengan disiplin yang berat, sesuai sumpahnya kepada Allah. Beribadah terus menerus, tapi juga melindungi kaumnya tanpa terlihat. 

“Dan apabila ia mendengar adanya praktik kezaliman penguasa atau bangsa penjajah asing pada Bani Israil, ia akan menghancurkan kejahatan itu pada malam hari dengan sekejap. Ia jadi sosok pahlawan misterius bagi Bani Israil,” Ia pun memilih menjaga kaumnya sendirian dan tidak ada yang tahu. Hingga ia pun dikisahkan tidak punya pengikut hingga wafat. 

 zaman sebelum Rasulullah. Dikisahkan oleh Ibnu Katsir dalam Qisasul Anbiya' atau kisah para Nabi, suatu ketika Nabi Muhammad mengisahkan sosok ini ketika para sahabat berkumpul.

Beliau pun mengisahkan kepada para sahabat tentang sosok seorang di padang mahsyar kelak, seorang yang Nabi dengan kekuatan besar dan memiliki kebaikan setara lebih dari 1.000 bulan.


Setelah Rasulullah selesai berkisah,

Allah SWT menyuruh Malaikat Jibril datang kepada Nabi Muhammad dan menurunkan Surat Al Qadr.

“Hai Muhammad, Allah memberi Lailatul Qadar kepadamu dan umatmu,

ibadah pada malam itu lebih utama daripada ibadah 1000 bulan,” ujar Malaikat Jibril.


Allah SWT berfirman: Surat Al-Qadar ayat 1-5:


إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ١

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ٢

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ٣

تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ ٤

سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ٥


Artinya:

1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.


2. dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu?


3. malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.


4. pada malam itu turun malaikat-malaikat dan

Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.

5. malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar.


Mendengar berita itu, Rasulullah SAW menyuruh sahabat-sahabatnya untuk berburu malam Lailatul Qadar agar mendapatkan pahala seperti yang Allah AWT berikan kepada Waliyullah Syam’un Al-Ghazi.

Apabila fajar telah terbit di malam qadar, maka malaikat Jibril berkata:

Wahai para malaikat, kumpul kemari dan kumpul kemari..,

Para malaikat Ya Jibril apa yang Allah perbuat untuk kaum muslimin di malam ini dari ummat Nabi Muhammad SAW ?

Jibril Sesungguhnya Allah memandang kepada mereka dengan penuh kasih sayang,

Allah memaafkan serta ngampuni dosa-dosa mereka, kecuali empat kelompok.

Para malaikat Siapa empat kelompok itu ?

Yang Pertama, orang yang membiasakan diri minum arak, mabuk-mabukan.


Kedua, Orang yang durhaka kepada orang tua.


Ketiga, orang yang memutus silaturrahmi.


Keempat, orang yang bertengkar,

yaitu pertengkaran dengan sesama yang belum damai dalam jangka waktu tiga hari.


Sosok itu adalah Syam’un Al-Ghozi, tapi ketika kelak di padang Mahsyar, cerita Nabi, ia sendirian dan tidak punya pengikut. Tapi, ia berada di surga.

“Bagaimana cara bisa berbuat kebaikan seperti Syam’un?” tanya para sahabat.

Lantas, malaikat Jibril pun datang dan memberi tahu Nabi, umat beliau nantinya bisa juga mendapatkan hal tersebut dengan ibadah di malam lailatul qadar, ibadah dengan pahala setara 1.000 bulan, seperti kisah Nabi Samson atau Syam’un Al-Ghozi. (Redaksi) 

 

Khatulistiwa News Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Gambar tema oleh Bim. Diberdayakan oleh Blogger.